TIDAK banyak kelompok komedian perempuan dari dunia tari. Satu dari yang tidak banyak itu adalah Sahita, sebuah kelompok teater tari dari Solo, Jawa Tengah. Hingga saat ini, agaknya Sahita satu-satunya kelompok teater tari beranggota lima perempuan dengan dasar tari, teater dan kemampuan vokal yang memadai. Kelompok ini mencoba mengembangkan bentuk teater tari dengan banyolan-banyolan segar [...]
September 6, 2010 | Dimuat dalam
HEADLINE,
SENI BUDAYA,
SOSOK |
Lanjut Baca »
Foto: Agus Sektiawan (atas) dan Sri Nugroho (bawah) SULTAN Agung Hanyokrokusumo banyak memberi warna Islam di Mataram (1613-1645). Raja besar itu berhasil memadukan dengan jarmonis tradisi-budaya Islam yang diwariskan oleh para wali dengan tradisi Hindu-kejawen yang telah lama tumbuh dan hidup dalam masyarakat Jawa. Salah satunya adalah tradisi menyambut malam Lailatul Qadar –masyarakat Jawa menyebutnya [...]
Foto: Sri Nugroho SELAIN shalat malam, salah satu tradisi selama bulan Ramadan adalah tadarus atau membaca kitab suci Alquran. Bukan sekadar membaca satu atau dua surat, tetapi sekaligus menamatkan Alquran yang terdiri dari dari 30 juz, dari ayat pertama hingga tamat (khatam). Juz adalah bagian atau susunan dalam Alquran yang terdiri dari 30 juz, 114 [...]
BARANGKALI periode yang dianggap paling mewakili kejayaan pembuatan keris di Jawa adalah semasa Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, perkembangan keris berlangsung dengan pesat, baik secara kualitas maupun kuantitas, teruama pada era kekuasaan Sultan Agung. Pada masa pemerintahan raja besar Mataram itu muncul dapur-dapur baru, salah satunya yang terkenal adalah dapur Nagasasra. Pada masa Sultan Agung [...]
Agustus 19, 2010 | Dimuat dalam
HEADLINE,
SENI BUDAYA |
Lanjut Baca »
foto-foto: Agus Sektiawan SETIAP daerah selalu memiliki menu khas untuk berbuka puasa. Khas, karena menu-menu tersebut biasanya memang hanya dibuat khusus pada bulan suci Ramadhan. Di Kampung Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, mempunyai kuliner unik dan khas selama bulan suci Ramadhan. Sebuah masjid di kampung itu, Masjid Darussalam, selalu memasak dan membagikan bubur samin [...]
Agustus 19, 2010 | Dimuat dalam
HEADLINE,
KULINER |
Lanjut Baca »
SEBAGAI pusat budaya Jawa, Solo (Surakarta) sangat kaya dengan simbol-simbol kebudayaan. Salah satunya adalah keris. Dalam masyarakat Solo, keberadaan keris hampir selalu seiring dengan mitos-mitos ”isi” dan “kesaktian” yang melingkupinya. Tak bias dipungkiri memang bahwa keris selalu menyimpan rahasia. “Keris itu sinengker karana aris, artinya ada rahasia yang dipendam di dalamnya. Rahasianya tak lain adalah [...]
Agustus 15, 2010 | Dimuat dalam
HEADLINE,
WISATA BUDAYA |
Lanjut Baca »
Foto: Ganug Nugroho Adi GENDING “Ketawang Kinanthi Sandhung Pelog Barang” itu terdengar bening. Lantunan sandhung pelog barang-nya terdengar panjang dan bulat. Diselingi suwuk, suara jernih perempuan itu kembali meliuk melantunkan macapat dhudhuk wuluh “Ayak-ayakan Mijil Sulastri Wolak-walik, beralih ke srepeg slendro manyura (jenis laras nada pentatonis). Ketika sampai pada bagian cengkok miring, penonton seperti menahan [...]
“Monggo, monggo, mampir dulu. Silakan makan. Monggo, mas, mbak, jangan sungkan-sungkan…” undangan ramah mengajak singgah ke rumah dan menyatap hidangan akan itu terdengar tak putus-putus datang dari setiap rumah di Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Bukan undangan basa-basi, tetapi benar-benar ajakan yang penuh harap dari warga desa. Keramahan seperti itulah yang diberikan warga [...]
TARIAN RAKYAT: Dua pasang penari dari kelompok Markt Alhau, Buchschachen, Austria, membawakan nomor tari “Keinner Mann” dalam ajang Solo International Performing Art (SIPA), di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/7).Foto: Agus Sektiawan DARI pojok depan panggung, alunan merdu styrian concertina, sebuah alat musik khas Austria, membawa sepuluh pasang penari masuk panggung. Mereka saling [...]
PERIH rasanya melihat kondisi Wayang Orang (WO) Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, terseok-seok. Penonton yang merupakan penyokong utama bagi kelangsungan hidup kelompok wayang orang itu, jumlahnya terus menyusut dari waktu ke waktu. Setiap kali pentas, Senin hingga Jumat, jumlah penonton hanya berkisar antara empat sampai tujuh orang. Pada Sabtu malam atau malam minggu yang diharapkan mampu [...]