Arsip untuk Kategori DOKUMENTASI SOLORAYA

Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling

Arak Temanten Tebu Jelang Musim Giling

Menjelang musim giling tebu, dapat dipastikan hampir semua pabrik gula menggelar serangkaian ritual sakral untuk keselamatan, yang disebut cembengan. Sebutan itu sebenarnya merujuk pada keramaian pasar malam yang selalu digelar  setiap  awal bulan  April, bulan di mana masa panen raya tebu datang. Pasar malam yang digelar masyarakat tersebut biasanya bertempat di sekitar lokasi pabrik gula. [...]

Uang Merah vs Uang Kiblik dalam Pertempuran 4 Hari Solo

Uang Merah vs Uang Kiblik dalam Pertempuran 4 Hari Solo

Pada tanggal 19 Desember 1948 terjadi aksi ”doorstoot naar yogya” atau yang lebih kita kenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Hanya selama 10 jam penyerangan, Yogya jatuh ke tangan Belanda. Selanjutnya arah gerakan militer Belanda menuju ke Solo, karena letaknya yang strategis. Selain itu Sota Solo terdapat Kementerian-kementerian Pengajaran, Bahan Makanan, Penerangan, Pekerjaan Umum dan [...]

Masih banyak cagar budaya di Solo bernasib malang

Masih banyak cagar budaya di Solo bernasib malang

Benteng Vastenburg yang kerap diributkan pelestariannya bukan satu-satunya bangunan bersejarah Solo yang bernasib malang. Puluhan aset bersejarah lainnya, juga menghadapi kondisi yang tak kalah memilukan. Bangunan-bangunan yang dulu dibangun dengan cucuran keringat, bahkan dipertahankan dengan darah sehingga menyimpan memori kehidupan masa lalu —termasuk perjuangan kemerdekaan bangsa—itu, kini tak lebih dari bangunan tua yang terabaikan. Sebagaimana [...]

Solo Intrigue (3): Kemunculan Sunan Kuning

Solo Intrigue (3): Kemunculan Sunan Kuning

Tanggapan terhadap pembantaian orang-orang Tionghoa juga ditunjukkan oleh Pakubuwono II. Banyak yang menganggap bahwa Keraton Mataram ini memanfaatkan konflik VOC dengan Tionghoa. Namun jelas bahwa dalam konteks keberanian melawan penjajah, respons Pakubuwono II ini merupakan langkah positif. Dan ini mungkin juga salah satu bentuk solidaritas Raja Mataram terhadap kelompok Tionghoa. Sebenarnya di kalangan istana sendiri [...]

Solo Intrigue (2): Pembantaian di sana-sini

Solo Intrigue (2): Pembantaian di sana-sini

Geger Pecinan di Kartosura tidak dapat dilepaskan oleh peristiwa pembantaian orang-orang Tionghoa oleh VOC di Batavia (Jakarta). Pembantaian itu disebabkan oleh akumulasi konflik antara orang-orang Eropa terhadap komunitas Tionghoa di Batavia. Konflik antara orang-orang Eropa dan orang-orang Tionghoa di Batavia adalah konflik khas perkotaan di mana para etnis yang hidup berdampingan saling bersaing dalam mencari [...]

Solo Intrigue (1): Bermula Dari Intrik Antar-Raja

Solo Intrigue (1): Bermula Dari Intrik Antar-Raja

Solo adalah sebuah kota yang unik. Secara geografis, nama Solo menunjuk pada nama sebuah kota madya di Jawa Tengah seluas 44 km2. Namun Solo juga diklaim sebagai sebuah teritori budaya oleh masyarakat kabupaten di sekelilingnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, dan Sragen. Budaya Solo, yang disebut surakartan, bahkan melingkupi wilayah bekas kerajaan Mataram Islam. [...]

Ponpes tertua di Pulau Jawa ada di Solo

Ponpes tertua di Pulau Jawa ada di Solo

BILA Pondok Jamsaren diklaim sebagai pondok pesantren tertua di Pulau Jawa, barangkali memang ada benarnya. Sebab, pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo ini, seperti ditulis wikimapia.org, sudah berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 – 1878. Semula, pondok pesantren [...]

Galeri Foto

IKLAN
DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK SEMUA STAF DAN WARTAWAN WWW.KABARSOLORAYA.COM DILENGKAPI DENGAN KARTU IDENTITAS DAN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN DARI NARASUMBER.SEGERA HUBUNGI HOTLINE REDAKSI KABARSOLORAYA.COM (0271) 5847923, EMAIL: redaksi@kabarsoloraya.com
Masuk log / SoloRaya LifeStyle customized by Om Kicau Solo