Pada tanggal 19 Desember 1948 terjadi aksi ”doorstoot naar yogya” atau yang lebih kita kenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Hanya selama 10 jam penyerangan, Yogya jatuh ke tangan Belanda. Selanjutnya arah gerakan militer Belanda menuju ke Solo, karena letaknya yang strategis. Selain itu Sota Solo terdapat Kementerian-kementerian Pengajaran, Bahan Makanan, Penerangan, Pekerjaan Umum dan [...]
Tanggapan terhadap pembantaian orang-orang Tionghoa juga ditunjukkan oleh Pakubuwono II. Banyak yang menganggap bahwa Keraton Mataram ini memanfaatkan konflik VOC dengan Tionghoa. Namun jelas bahwa dalam konteks keberanian melawan penjajah, respons Pakubuwono II ini merupakan langkah positif. Dan ini mungkin juga salah satu bentuk solidaritas Raja Mataram terhadap kelompok Tionghoa. Sebenarnya di kalangan istana sendiri [...]
Juli 12, 2009 | Dimuat dalam
SEJARAH SOLO |
Lanjut Baca »
Geger Pecinan di Kartosura tidak dapat dilepaskan oleh peristiwa pembantaian orang-orang Tionghoa oleh VOC di Batavia (Jakarta). Pembantaian itu disebabkan oleh akumulasi konflik antara orang-orang Eropa terhadap komunitas Tionghoa di Batavia. Konflik antara orang-orang Eropa dan orang-orang Tionghoa di Batavia adalah konflik khas perkotaan di mana para etnis yang hidup berdampingan saling bersaing dalam mencari [...]
Juli 12, 2009 | Dimuat dalam
SEJARAH SOLO |
Lanjut Baca »
Solo adalah sebuah kota yang unik. Secara geografis, nama Solo menunjuk pada nama sebuah kota madya di Jawa Tengah seluas 44 km2. Namun Solo juga diklaim sebagai sebuah teritori budaya oleh masyarakat kabupaten di sekelilingnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, dan Sragen. Budaya Solo, yang disebut surakartan, bahkan melingkupi wilayah bekas kerajaan Mataram Islam. [...]
Juli 12, 2009 | Dimuat dalam
SEJARAH SOLO |
Lanjut Baca »
BILA Pondok Jamsaren diklaim sebagai pondok pesantren tertua di Pulau Jawa, barangkali memang ada benarnya. Sebab, pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Veteran 263 Serengan Solo ini, seperti ditulis wikimapia.org, sudah berdiri sekitar tahun 1750. Dalam sejarahnya, pondok ini melewati dua periode, setelah mengalami kevakuman hampir 50 tahun, antara 1830 – 1878. Semula, pondok pesantren [...]