Bencana Banjir Bandang di NTT Memakan Korban

  • Whatsapp
Bencana Banjir Bandang di NTT Memakan Korban
Bencana Banjir Bandang di NTT Memakan Korban

Bencana alam telah melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah melaporkan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada pukul 01.00 waktu setempat.

Dilaporkan wilayah yang terdampak banjir bandang ada dua desa, yakni Desa Lamanele di Kecamatan Ile Boleng serta Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur. Wilayah yang cukup terdampak ini berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. 

Bacaan Lainnya

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan bahwa puluhan rumah warga di Desa Lamanele tertimbun lumpur.

Selain itu, ada juga rumah warga yang hanyut. Saking parahnya, jembatan di wilayah Desa Waiburak Kec. Adonara Timur putus karena tidak kuat menahan arus banjir yang deras. 

Hingga pukul 15.00 waktu setempat, Badan Nasional Penanggulangan Bencama (BNPB) mengabarkan korban yang ada akibat banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur ini mencapai 44 orang. Sampai saat ini, BNPB dan sejumlah lembaga negara masih terus memperbarui data dari lapangan.

Raditya menambahkan di Desa Lamanele ada 38 orang yang meninggal. Di Desa Waiburak 3 orang meninggal, sedangkan Desa Oyang ada 3 orang juga yang meninggal dunia.  

Sejumlah instansi sendiri yang terdiri dari Bupati, TNI, Polri, Asisten 1, BPBD, Dinas Sosial, Dinar PUPR, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Dinas Perkebunan dan Peternakan, Bagian Humas, Anggota DPRD juga telah melakukan rapat terbatas guna membahas mengenai posko penanganan darurat. Bahkan sejumlah instansi tersebut juga melakukan perjalanan laut untuk menuju ke lokasi terjadinya longsor dan banjir bandang.

Banjir bandang yang melanda wilayah Flores Timur ini memang disebabkan oleh hujan deras yang terjadi selama beberapa jam belakangan. Akibat dampak yang terjadi, pemerintah terus berusaha untuk melakukan penanganan terhadap wilayah tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *