Desain Istana Negara Baru Dikritik Beberapa Pihak

  • Whatsapp
Desain Istana Negara Baru Dikritik Beberapa Pihak
Desain Istana Negara Baru Dikritik Beberapa Pihak

Belum lama ini, Presiden Republik Indonesia memamerkan desain untuk ibukota baru Indonesia yang rencananya akan dibangun di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur. Desain ibukota baru ini merupakan karya dari Nyoman Nuarta, seniman patung kenamaan yang membuat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. 

Presiden Republik Indonesia ini menyatakan bahwa desain yang ada ini masih merupakan pra-desain. Oleh karena itu, dirinya mengharapkan banyak masukan dan penilaian dari masyarakat. Hal ini dilakukannya agar pra-desain yang ada bisa menjadi kebanggaan serta mencerminkan kemajuan bangsa. 

Desain tersebut diunggah oleh Presiden Joko Widodo melalui akun instagram pribadinya @jokowi. Dalam video itu menunjukkan desain dengan durasi 2 menit lebih 7 detik. Istana negara didesain lengkap dengan taman, kolam, bahkan juga area transportasi.

Jokowi sendiri menuturkan bahwa pemerintah telah menerima sejumlah usulan pradesain itu dan salah satunya adalah pra-desain milik  Nyoman Nuarta. Pra-desain karya Nyoman Nuarta ini berbentuk burung garuda, yang erat dengan Bhinneka Tunggal Ika. 

Diketahui beberapa pihak memang melayangkan kritik atas desain Istana Negara untuk ibukota baru tersebut. Oleh karena itulah, selain berdasarkan masukan dari masyarakat, Jokowi juga akan mengundang para arsitek dan ahli lainnya. Hal ini dilakukan untuk memperkaya pra-desain serta menjadi dasar desain Istana Negara yang baru.

Dilansir dari kompas.com, Dosen Institut Teknologi Bandung ITB yang juga berpraktik pada perusahaan arsitektur Urbane Indonesia, Achmad Tardiyana meminta Jokowi untuk memperhatikan surat masukan dari lima asosiasi profesional yang sangat berwenang dalam merencanakan serta merancang lingkungan binaan.

Sebab, mekanisme yang dilakukan saat ini tidak mencerminkan demokratisasi proses perancangan yang selayaknya diberikan pada para ahli di seluruh Indonesia untuk ikut terlibat dalam merancang Istana Negara. 

Achmad menambahkan bahwa sayembara untuk membuat desain dari Istana Negara ini masih dilakukan secara terbatas. Oleh karena itu, dirinya merasa kecewa karena hasil desainnya dinilai Achmad sangat mengecewakan sebagai sebuah istana yang seharusnya merupakan pencapaian oleh seni, sains, dan teknologi. 

Sejumlah netizen pun mengusulkan rancangan alternatif. Bahkan, ada yang membuat meme mengenai desain baru Istana Negara. Lima asosiasi yang terdiri dari Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia 9IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) menilai bentuk bangunan Istana Negara yang berbentuk burung garuda tersebut bukan simbol yang mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar