Disebut ‘Dungu’ dan ‘Pandir’ Oleh Rizieq Shihab, Jaksa: Bahasa Ini Digunakan Oleh Orang Tidak Terdidik

  • Whatsapp
Disebut ‘Dungu’ dan ‘Pandir’ Oleh Rizieq Shihab, Jaksa: Bahasa Ini Digunakan Oleh Orang Tidak Terdidik
Disebut ‘Dungu’ dan ‘Pandir’ Oleh Rizieq Shihab, Jaksa: Bahasa Ini Digunakan Oleh Orang Tidak Terdidik

Persidangan yang dijalani oleh Rizieq Shihab masih melewati proses yang cukup panjang. Berbagai polemik dan peristiwa pun hadir mewarnai proses persidangan. Salah satunya yang menarik untuk dibahas adalah mengenai kata-kata yang Rizieq sampaikan pada saat persidangan pembelaan.

Dimana, saat itu Rizieq menyebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan sebutan ‘dungu’ dan ‘pandir’ karena persoalan Surat Keterangan Terdaftar. Bahkan Rizieq pun sampai menyebut jika jaksa menyebarkan hoaks dan fitnah.

Disebut demikian, jaksa tidak terima dan merasa harga dirinya beserta rekan-rekan yang lain terinjak. Dalam menanggapi nota keberatan dari penasehat hukum dan terdakwa dari pihak Rizieq Shihab, jaksa mengatakan bahwa semua ungkapan yang disampaikan oleh Rizieq berkaitan dengan revolusi akhlaknya.

Seperti yang sudah banyak orang ketahui, Rizieq merupakan ketua dari organisasi Front Pembela Islam (FPI), yang mana basisnya merupakan keagamaan.

Jaksa menganggap kalimat yang disampaikan oleh Rizieq merupakan bahasa yang sering digunakan oleh orang tidak terdidik, sebab kalimat tersebut bukan bagian dari eksepsi persidangan. Pada saat itu jaksa juga meminta Rizieq untuk tidak melabeli seseorang dengan perkataan-perkataan yang merendahkan.

“Sangatlah naif kalau jaksa penuntut umum yang menyidangkan perkara terdakwa dan kawan-kawan dikatakan orang bodoh, bebal, tumpul otaknya, dan tidak megerti,’ kata JPU dilansir dari kompas.com.

Jaksa sangat menyayangkan sikap Rizieq yang dikenal sebagai tokoh agama dan memiliki pengaruh yang besar di sebuah organisasi keagamaan yang memiliki visi dan misi untuk menciptakan akhlakul karimah melalui program revolusi akhlaknya, namun semua ucapannya sangat bertentangan dengan program revolusi akhlak tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *