Hari Pejalan Kaki Nasional, Mengingat Kecelakaan Mengerikan Sembilan Tahun Lalu

  • Whatsapp
Hari Pejalan Kaki Nasional, Mengingat Kecelakaan Mengerikan Sembilan Tahun Lalu
Hari Pejalan Kaki Nasional, Mengingat Kecelakaan Mengerikan Sembilan Tahun Lalu

Kamu tahu nggak sih guys? Ternyata tanggal itu ditetapkan sebagai Hari Pejalan Kaki Nasional? Bener banget, tepat hari ini. Lalu sebenarnya apa sih yang melatar belakangi kenapa hari tersebut bisa ditetapkan di Indonesia.

Ternyata, hal ini ada hubungannya sama kejadian 9 tahun lalu. Mungkin kamu masih ingat dengan tragedi kecelakaan maut di Tugu Tani? Pada waktu itu, nyawa 9 orang melayang akibat dihantam oleh sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam. Mobil dengan nomor polisi B 2479 IX melaju dengan sangat kencang, hingga menabrak pejalan kaki yang sedang melintas di trotoar. Tak hanya itu saja, setelah menabrak orang, mobil tersebut bukannya berhenti namun malah makin menambah kecepatan, hingga akhirnya baru berhenti setelah menabrak sebuah halte beserta isinya dan pembatas jalan.

Mobil itu tak lain dan tak bukan dikendarai oleh seorang wanita bernama Afriyani Susanti. Tidak sendirian, Afriyani bersama dengan ketiga temannya yang berada didalam mobil tersebut, yakni Deny Mulyana, Adistia Putri Gani, dan Arisendi. Kecelakaan itu terjadi karena pengemudi dan rekannya yang berada di dalam mobil berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang.

Kronologi Kejadian Untuk Memperingati Hari Pejalan Kaki Nasional

Menurut keterengan Afriyani dan teman-temannya, mereka baru saja menghadiri sebuah acara pernikahan di Hotel Borobudur. Namun, setelah acara tersebut mereka tidak langsung pulang, melainkan menghabiskan waktu bersama di tempat hiburan daerah Kemang, Jakarta Selatan. Di sanalah, Afriyani dan kawan-kawan berpesta minuman keras. Tidak hanya disitu saja, Afriyani dan ketiga temannya melanjutkan pesta dengan berganti tempat di Klub Malam Stadium. Disana Afriyani melakukan transaksi guna membeli dua butir ekstasi dengan harga Rp 400.000,00. 

Setelah dari situ, pukul 10.00 WIB, mereka berempat meninggalkan tempat tersebut. Hingga akhirnya terjadilah sebuah peristiwa yang tidak akan pernah diinginkan oleh mereka. Akibat pengaruh alkohol dan ekstasi, mobil yang dikendarai melaju dengan sangat cepat, hingga pada saat melawati Jalan Mohammad Ridwan, di dekat kawasan Tugu Tani, mobil hitam tersebut menabrak pejalan kaki dan orang-orang yang sedang menunggu di halte. Akibatnya tiga orang mengalami luka berat dan parahnya sembilan orang meninggal dunia.

Akibat hal tersebut, Afriyani dan kawan-kawan harus berhadapan dengan meja hijau. Afriyani nggak cuma melanggar satu pasal saja guys, tapi ada beberapa pasal. Karena kecelakaan yang diakibatkan, Afriyani dijerat dengan Pasal 311 ayat (5), Pasal 310 ayat (4), Pasal 311 ayat (4), serta Pasal 310 ayat (3) UU No.22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan dan Lalu Lintas. Dari pasal yang dilanggar tersebut, Afriyani divonis hukuman 15 tahun penjara.

Tak berhenti sampai disitu, karena terbukti menggunakan narkoba, maka Afriyani dianggap melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang No.35 tahun 2009. Sehingga, dari pasal tersebut Afriyani mendapatkan vonis hukuman 4 tahun penjara. Jika ditotal, Afriyani akan ditahan selama 19 tahun. Tidak hanya Afriyani, namun ketiga rekannya juga mendapatkan hukuman atas penyalahgunaan narkoba. Ketiga orang tersebut mendapatkan vonis hukuman 2 tahun penjara dengan dikurangi masa tahanan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dari kasus ini, tentunya menjadikan pelajaran untuk kita sebagai manusia, agar selalu berhati-hati dalam bertindak. Semua dalam hidup ini ada aturan yang harus diikuti, untuk menciptakan kedamaian dan ketentraman antarsesama makhluk hidup. Jangan pernah berkendara di bawah pengaruh alkohol. Serta ikuti aturan pemerintah agar tidak menyalahgunakan narkoba demi kesenangan sesaat, yang akhirnya malah merugikan diri sendiri dan orang lain.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *