Menjelang Jumat Agung, Pengamanan di Sekitar Gereja Diperketat

  • Whatsapp
Menjelang Jumat Agung, Pengamanan di Sekitar Gereja Diperketat
Menjelang Jumat Agung, Pengamanan di Sekitar Gereja Diperketat

Menjelang Jumat Agung yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, pengamanan di seluruh gereja mulai dilakukan pengetatan. Setelah sebelumnya dua kejadian atas dugaan aksi teorisme menyerang masyarakat, yakni aksi bom bunuh diri pasangan suami-istri di depan Gereja Katedral Makassar serta aksi penembakan yang dilakukan oleh seorang perempuan di Mabes Polri. 

Dua kejadian tersebut tentunya membuat kegaduhan serta ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itulah, polisi beserta jajarannya mulai melakukan kerjasama guna menjaga ketentraman masyarakat, apalagi yang besok akan melaksanakan Jumat Agung di seluruh gereja.

Bacaan Lainnya

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza mengatakan dalam rangka Jumat Agung, pemerintah sudah melakukan upaya pengetatan. Dimana, dari Kapolda sendiri sudah mempersiapkan sebaik mungkin upaya pengamanan dan pencegahannya.

Selain itu, Riza juga menambahkan bahwa perlunya upaya kerjasama dari masyarakat sekitar juga, sehingga pelaksanaan ibadah Jumat Agung ini bisa berjalan dengan aman. Wagub itu meminta kepada masyarakat agar segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya.

Dilansir dari Kompas.com, pada Kamis, Kepolisian Sektor Sawah Besar juga telah menggelar apel pagi yang diahdiri sebanyak 105 personel gabungan yang terdiri dari unsur polisi, brimob, gegana, TNI, hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 

AKP Maulana Mukarom selaku Kapolsek Sawah Besar mengatakan bahwa pengamanan pada Gereja Katedral sendiri dibagi menjadi 6 titik. Dimana, sejumlah aparat kepolisian lengkap dengan senjata laras panjangnya berpatroli di luar area Gereja Katedral Jakarta. Selain itu, kendaraan taktis (rantis) juga sudah disiapkan di sekitar area Gereja Katedral Jakarta.

Untuk pintu keluar masuk jemaatnya sendiri hanya dibuka pada satu titik serta akan dilakukan penjagaan dengan ketat. Hal ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kembali terjadi pada sebuah gereja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *