Penembakan Di Mabes Polri, Satu Orang Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Penembakan Di Mabes Polri, Satu Orang Meninggal Dunia
Penembakan Di Mabes Polri, Satu Orang Meninggal Dunia

Setelah bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar sempat menggemparkan publik. Kali ini persitiwa yang diduga masih berhubungan dengan aksi terorisme kembali terjadi.

Dalam video yang telah beredar luas di media sosial, terdapat rekaman mengenai aksi seorang perempuan mengenakan hijab datang dengan membawa tembakan ditangannya. Perempuan tersebut berhasil memasuki Mabes Polri dan sangat dekat dengan pintu masuk, yakni hanya berjarak 10 meter dari kantor Kapolri. 

Sebelum berhasil masuk ke ruangan, polisi yang sudah bersiaga menembak perempuan tersebut hingga ambruk. Perempuan itupun tewas seketika.

Setelah diselidik, perempuan ini diduga mengikuti jaringan aksi terorisme. Sebab, pada saat memasuki Mabes Polri, wanita ini membawa senjata, kemudian aksinya juga dilakukan tak jauh dari peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar. 

Setelah hal ini terjadi, penjagaan di Mabes Polri semakin diperketan. Aparat juga langsung meminta agar semua wartawan yang masih berada di Divisi Humas Polri segera keluar dari area kompleks. 

Tim Gegana yang sudah berpakaian pelindung juga disiapkan untuk melihat jenazah tersebut apakah sepertinya ada bahan peledak atau tidak. Setelah dinyatakan aman, barulah tim dari Bidokker Polri merapat dengan aparat kepolisian bersenjata turun tangan untuk memeriksa jenazah tersebut. 

Dari informasi yang berkembang di twitter, pelaku tersebut merupakan seorang wanita bernama ZA. Ia merupakan warga Ciracas, Jakarta Timur yang baru berusia 25 tahun. Bahkan banyak juga foto yang beredar mengenai surat wasiat yang ditinggalkan saudari ZA untuk keluarganya.

Hal yang mengejutkan adalah, isi surat wasiat yang ditinggalkan ZA sama dengan surat wasiat yang ditinggalkan oleh L, pelaku bom bunuh diri yang terajdi di Gereja Katedral pada hari Minggu lalu. 

Isi surat wasiat tersebut yaitu meminta maaf kepada ibu dan keluarganya. ZA juga berpesan agar keluarganya tetap bisa rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, ia juga berpesan agar keluarganya meninggalkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bank, sebab hal tersebut termasuk ke dalam riba dan tidak diberkahi oleh Allah. 

Surat wasiat yang ditinggalkan ZA untuk keluarganya. (sumber: twitter @kurawa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *