Sekolah Tatap Muka Mulai Diterapkan di Jakarta

  • Whatsapp
Sekolah Tatap Muka Mulai diterapkan di Jakarta
Sekolah Tatap Muka Mulai diterapkan di Jakarta

Virus Covid-19 yang menyebar di seluruh dunia terpaksa memberhentikan sendi-sendi kehidupan manusia. Mulai dari kegiatan ekonomi yang tersendat, pariwisata yang makin sepi, bahkan hingga pelajar dan mahasiswa yang harus rela berpisah dengan tenaga pengajar serta teman-teman mereka untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara daring. 

Setelah satu tahun lebih merasakan komunikasi hanya melalui komputer, laptop, maupun handphone, kini segala sesuatunya berusaha untuk dilaksanakan seperti kondisi sedia kala.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah kegiatan bersekolah. Seperti halnya yang terjadi pada 85 sekolah di Jakarta yang terpilih untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar secara luring kembali. 

Memang belum semua sekolah secara serempak untuk diberlakukan kembali seperti biasanya, yakni belajar-mengajar di dalam kelas. Namun, ini merupakan keputusan terbaik yang diambil demi bertahanny sistem pendidikan Indonesia di tengah-tengah pandemi seperti ini. 

Uji coba sekolah tatap muka ini rencananya akan dilaksanakan sejak tanggal 7-29 April 2021. Sekolah-sekolah ini terdiri dari semua jenjang, mulai dari SD-SMP-SMA yang tersebar di seluruh Jakarta. Adapaun wilayah yang paling banyak berpartisipasi adalah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang mana masing-masing ada 25 sekolah untuk mengikuti kelas tatap muka. 18 sekolah lain berada di wilayah Jakarta Barat, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 6 sekolah di Jakarta Utara, serta satu sekolah lagi berada di Kepulauan Seribu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan bahwa sekolah tatap muka ini bisa dilaksanakan asalkan telah mendapatkan persetujuan dari orang tua/wali dari siswa. Sebab, hal-hal yang menyangkut kesehatan dan keselamatan terhadap orang banyak ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Di sini, orang tua memiliki hak terakhir mereka untuk melaksanakan apakah akan mengirim anak mereka untuk mengikuti kelas tatap muka atau masih tetap dengan melakukan pembelajaran secara jarak jauh.

Nadiem juga menambahkan bahwa dikarenakan kondisi pandemi yang seperti ini, sekolah memiliki dua pilihan, yakni pembelajaran tatap muka secara terbatas, atau dengan tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Beberapa siswa mengaku senang mengikuti sekolah tatap muka ini. Sebab, akhirnya mereka bisa bertemu dengan teman-teman serta guru-guru mereka secara langsung. Selain itu, pembelajaran yang diterima pun bisa menjadi lebih jelas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *